Minggu, 21 Juli 2013

PENGANTAR DARI PENULIS


PENDAHULUAN

Dengan nama Allah,  Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Menjelang akhir Desember 1957, dan pada awal Januari1958, sebuah seminar Islam Internasional diadakan di Lahore di bawah naungan Universitas Punjab di mana sejumlah besar cendekiawan utama dari dunia Muslim dan negara-negara Barat ikut ambil bagian. Namun hanya sedikit ulama terkemuka yang mewakili negara-negara Timur Tengah yang hadir. Meskipun telah menerima undangan untuk berpartisipasi penulis tidak dapat mencapai Lahore sampai saat seminar tersebut telah berakhir. Pendapat-pendapat yang telah muncul selama seminar tersebut terus diperdebatkan oleh banyak orang.
Para ulama yang datang dari Mesir, Suriah dan Irak untuk berpartisipasi dalam konferensi menunjukkan ketajaman yang cukup  untuk mengumpulkan informasi yang benar tentang keyakinan fundamental dan doktrin sekte Qadiani, gerakan yang terkenal religius di India dan Pakistan. Rasa ingin tahu mereka bisa dimaklumi dan wajar.  Sebab, di bagian dunia inilah sekte Qadiani lahir dan dikembangkan. Oleh karena itu, hanya dari sinilah bahan otentik dan informasi bisa diperoleh. Teman-teman Pakistan dan India dari para tamu merasa adanya kekosongan yang serius: tidak adanya buku tentang hal ini dalam bahasa Arab terkini, yang dapat disajikan kepada mereka. Karena rasa kekosongan inilah,ketika penulis mencapai Lahore, dia ditugaskan oleh guru spiritual dan pembimbingnya, Hazrat Maulana Abdul Qadir Raipuri[1], untuk menulis sebuah buku tentang subjek ini dalam bahasa Arab.
Selama perjalanannya ke Timur Tengah dan tinggal di Mesir dan Suriah, penulis sendiri telah merasakan kebutuhan untuk tugas ini, tetapi subjek penulisan ini tak begitu tertangkap imajinasinya oleh penulis. Subjek itu secara keseluruhan, tidak selaras dengan selera akademisnya. Meskipun upaya berulang-ulang, penulis tidak berhasil memaksa dirinya untuk mempelajari tulisan-tulisan Mirza Ghulam Ahmad.
Oleh karena itu, ketika ia melakukan tugas itu, ia hanya mengenal sedikit  dengan subjek.Tapi permintaan telah diajukan dari tokoh, yang mana kepatuhan terhadapnya adalah masalah kepuasan rohani yang terdalam bagi penulis, dan ini semacam kekuatan yang memungkinkan dia untuk mengabdikan dirinya untuk melakukan studi  menyeluruh atas sekte Qadiani.
Dalam beberapa hari ruangan tempat penulis tinggal di Lahore berubah menjadi perpustakaan yang dipadati buku buku tentang sekte Qadiani. Pekerjaan kemudian dimulai dengan sungguh-sungguh dan untuk satu bulan penulis  tenggelam dalam subjek sedemikian rupa sehingga dia kehilangan hampir semua hubungan dengan dunia luar dan membebaskan pikirannya dari subjek lain.
Kerangka mental penulis, sebagai seorang mahasiswa sejarah, adalah: ia memulai  perjalanan intelektualnya dari awal gerakan sekte ini, menpelajari setiap tahap dalam kemajuan dan perkembangannya.
Pengamatan penulis, oleh karena itu, bergerak sepanjang garis di mana sekte Qadiani berlalu di alur  perkembangannya. Pendekatan ini membantu penulis untuk memahami sifat sesungguhnya dari gerakan Qadiani, evolusi bertahapnya dan faktor-faktor yang memotivasinya. Pendekatan ini mengungkapkan sejumlah aspek yang mungkin tetap tersembunyi. Penulis menggali jauh ke dalam tulisan-tulisan pendiri gerakan ini, Mirza Ghulam Ahmad Qadiani, dan melalui sumber tangan pertama ini, ia telah mencoba untuk sampai pada kesimpulan objektif, mencoba untuk mempertahankan ketidak berpihakan dari seorang  sejarawan sehubungan dengan pesan , gerakan, dan pencapaian  praktis dari sekte Qadiani. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam bentuk  buku berjudul : al-Qadiyani wa al-Qadiyaniyah dalam bahasa Arab.
Setelah buku telah disiapkan, Hazrat Maulana Abdul Qadir memerintahkan untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Karena kutipan aktual dalam bahasa Urdu diperlukan untuk edisi bahasa Urdu, seluruh buku yang ada di perpustakaan yang tersedia hanya di Lahore itu diperlukan sekali lagi. Perjalanan lain dilakukan setelah buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Edisi bahasa Urdu ini sebaiknya dilihat  sebagai sebuah karya terpisah, karena sejumlah penambahan yang berharga dan modifikasi telah dibuat selama proses persiapannya.
Untuk beberapa waktu literatur tentang mata pelajaran agama yang kontroversial memiliki bahasa  dan gaya yang aneh , begitu rupa sehingga bahasa dan gaya yang aneh ini telah  dianggap sebagai bagian dan paket dari tulisan-tulisan religius. Penulis  tidak menganggap dirinya terikat oleh tradisi polemik ini. Buku ini telah ditulis lebih dengan objektivitas sejarah daripada semangat fanatik dari para pendebat. Ini mungkin akan mengecewakan mereka yang telah terbiasa  tulisan-tulisan polemik.Untuk ini penulis tidak  memohonkan  permintaan maaf.Kelompok orang-orang untuk mana buku ini  ditulis dan tujuan yang menggerakkan penulisannya tidak memungkinkan  gaya pengungkapan lainnya.Penulis berterima kasih kepada semua teman-teman dan simpatisan baik yang telah menjadi sumber bimbingan dalam studi subjek, yang telah memberikan bahan yang dibutuhkan untuk menulis buku ini dan untuk memfasilitasi penyelesaian pekerjaan ini. Jika buku ini mengabdi Islam dalam cara apapun, semua orang seperti bisa menerima manfaatnya.
Penulis ingin menekankan kepada para pembacanya satu hal: kebijaksanaan mengharuskan seseorang harus menahan diri dari mempertaruhkan bahkan hal yang sepele seperti tabungan finansialnya dan seseorang harus berhati-hati dalam memilih orang-orang kepada siapa hal tersebut akan dipercayakan.
Jika kebijaksanaan menuntut  kehati hatian semacam itu dalam  urusan duniawi, seharusnya tidak sulit untuk memperkirakan betapa besarnya pencegahan yang harus dilakukan dalam masalah iman dimana   keselamatan  dan kebahagiaan seseorang dalam kehidupan kekal di akhirat bergantung. Jelaslah bahwa dalam masalah ini  kita harus melakukan tindakan pencegahan yang ekstrem, seseorang harus harus mencoba untuk menggunakan kebijaksanaannya secara  sebaik-baiknya, dan membebaskan diri dari semua kecenderungan emosional, dan kepentingan-kepentingan duniawi. Buku ini, melalui informasi yang otentik dan ditata secara sistimatis yang diperoleh dari pernyataan dan tulisan-tulisan pendiri sekte Qadiani sendiri dan melalui informasi sejarah otentik tentang gerakan ini, dapat menyediakan bantuan bagi  banyak orang untuk sampai pada apresiasi cerdas atas sekte Qadiani.


11, Rabi al-Awwal, 1378 S. Abul Hasan ALI NADWI





[1] Wafat pada tahun 1382 H ( 1962M)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar