Minggu, 21 Juli 2013

BAGIAN I - LATAR BELAKANG SEJARAH DARI SEKTE QADIANI




Bab I-1 - Muslim India pada Abad Kesembilan Belas


Abad kesembilan belas adalah periode istimewa penting dalam sejarah modern . Abad ini adalah abad di mana kerusuhan intelektual dan berbagai macam konflik dan ketegangan mencapai klimaks di dunia Muslim. India salah satu pusat utama dari kerusuhan dan ketegangan ini. 

Di sini konflik dan ketegangan antara Barat dan budaya Timur, antara sistim pendidikan yang lama dan sistim pendidikan yang  baru, bahkan, antara pandangan dunia lama dan pandangan dunia baru, dan antara Islam dan Kristen memuncak. Kekuatan kekuatan yang bersangkutan terjebak dalam perjuangan sengit untuk kelangsungan hidup.

Gerakan ini dimulai pada saat perjuangan terkenal tahun 1857 untuk kemerdekaan negara itu telah ditindas. Hal ini telah mengejutkan Muslim secara mendalam, hati mereka terluka, dan pikiran mereka lumpuh. Mereka dihadapkan dengan bahaya perbudakan ganda: politik maupun budaya. 

Di satu sisi, kekuatan pemenang, Inggris telah meluncurkan kampanye gencar untuk menyebarkan sebuah budaya baru dan peradaban di India. Di sisi lain, para misionaris Kristen menyebar di seluruh India giat mencari pengikut dari penganut yang agama lain. Sekedar dapat mengguncang keyakinan umat Islam dalam keyakinan mereka sendiri dan untuk membuat mereka skeptis pada dasar dari syariah Islam, meskipun mereka mungkin tidak menjadi Kristen, dianggap oleh mereka sebuah prestasi yang cukup penting. 

Generasi baru Muslim, yang belum sepenuhnya kukuh dalam Islam, adalah target utama mereka. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang diperkenalkan bersama dengan pola budaya asing adalah lahan utama dari kegiatan  yang diarahkan untuk menyebarkan kebingungan intelektual. Upaya ini bukannya tidak berhasil sama sekali dan bahkan, Ke Kristenan  mulai terjadi di India. 

Tetapi bahaya utama pada periode ini adalah bukan ke murtadan (dalam arti pergantian agama  yang nyata dari Islam ke Kristen), tetapi skeptisisme dan ateisme. Perdebatan agama antara para ulama Muslim dan para misionaris Kristen sering terjadi, yang yang pada umumnya mengarah pada kemenangan para ulama Islam. Hal ini mengukuhkan keunggulan intelektual dan vitalitas yang lebih besar dari Islam atas  Kekristenan. Namun demikian, keresahan intelektual, skeptisisme, dan kelemahan iman tumbuh dengan cepat.

Ini adalah salah satu aspek dari situasi: situasi berhadapan langsung dengan ancaman dari luar. Melihat kedalam, situasi bahkan lebih buruk. Ketidak-sepakatan bersama antara sekte Muslim telah mencapai proporsi yang mengerikan. Setiap sekte sibuk mencela yang lain. Polemik sektarian adalah kejadian sehari hari, yang sering mengarah pada bentrokan dengan kekerasan, bahkan pertumpahan darah,pada sengketa atas isu-isu sektarian yang kontroversial. Seluruh India dalam cengkeraman apa yang mungkin disebut perang saudara sektarian. Hal ini juga telah melahirkan kebingungan mental dan membangkitkan pelanggaran pelanggaran dalam masyarakat Muslim dan kejijikan  pada masyarakat dan telah sangat merusak prestise para ulama Muslim dan Islam sendiri.

Di sisi lain, para sufi yang tak dewasa  dan orang orang yang berpura-pura yang tidak peduli dan mengabaikan keunggulan spiritual telah membuat sufi menjadi seolah olah sebuah mainan.

Mereka memberikan publisitas yang luas untuk ucapan dalam kerasukan mereka dan juga ungkapan ungkapan ilham mereka.
Seseorang selalu bisa menemukan sekelompok orang  di mana saja yang  membuat klaim yang berlebihan dan berkeliaran untuk memproklamirkan kemampuan mereka untuk melakukan mukjizat luar biasa dan menerima wahyu. Akibat dari semua ini adalah bahwa massa Muslim telah membiasakan diri untuk kegemaran kegemaran yang tak pantas atas  hal-hal esoteris, untuk mujizat, untuk pertunjukan supranatural, untuk mimpi-mimpi wahyu dan nubuat nubuat. Semakin besar seseorang menawarkan  hal-hal ini, semakin besar popularitasnya. Orang tersebut terbiasa  menjadi pusat pemujaan populer. 

Para darwis munafik dan para pedagang agama yang licik mengambil keuntungan penuh dari situasi ini. Masyarakat telah mengembangkan diri untuk menyukai hal hal esoteris ini sedemikian rupa sehingga mereka selalu siap untuk menerima setiap fantasi baru, untuk mendukung setiap gerakan yang baru dan percaya pada setiap klaim esoteris, betapaun  tidak berdasar dan maya. Muslimin umumnya jatuh dalam cengkeraman frustrasi dan menjadi mangsa semangat kekalahan. Kegagalan dari perjuangan 1857 dan kegagalan dari sejumlah gerakan-gerakan keagamaan dan garakan gerakan militan lainnya baru-baru ini masih segar dalam ingatan mereka.

Banyak dari mereka telah putus asa karenanya , untuk melakukan perubahan dan reformasi melalui proses proses normal dan sejumlah besar orang mulai mengharapkan munculnya semacam pribadi yang karismatik, seorang ratu Adil.

Pada beberapa tempat seseorang mendengar bahwa pada pergantian abad ini ( dari abad 19 ke abad 20/ penterjemah), Al Masih yang dijanjikan akan tampil. Dalam majelis majelis ta’lim  orang orang umumnya memperbincangkan  berbagai bentuk kesesatan dan kelancungan   yang mendahului Hari Kiamat. Nubuat-nubuat  dan pernyataan pernyataan esoteris seperti yang dibuat oleh Shah Ni’matullah Kashmir membantu orang untuk melupakan kepahitan dari situasi saat ini dan memperkuat moral mereka. Impian impian, nubuat nubuat dan ungkapan ungkapan  esoteris lainnya memiliki daya tarik magnet dan membuat semangat mereka tetap tinggi.

Provinsi Punjab, secara khusus, merupakan pusat kebingungan mental dan kerusuhan takhayul dan ketidak acuhan terhadap agama. Provinsi ini telah  menderita selama delapan puluh tahun di bawah cengkeraman  Raj Sikh, penguasa dari jenis tirani militer. Selama periode ini keyakinan religius dan ketaatan kaum Muslimin telah sangat melemah. Pendidikan Islam yang benar sudah hampir tidak ada untuk waktu yang lama. Dasar-dasar kehidupan Islam dan masyarakat Islam telah tergoyah. Pikiran mereka sungguh sungguh  dalam cengkeraman kekacauan  dan kebingungan.Secara ringkas meminjam kata-kata Iqbal:

Para Khalsa (Sikh) membawa pergi  baik Alquran maupun  pedang,
Di wilayah kekuasaan mereka, Islam hanya mati.

Situasi ini telah melicinkan  jalan  di Punjab untuk munculnya agama baru - gerakan yang didasarkan pada penafsiran baru dan doktrin-doktrin esoterik. Perangai sejumlah orang dari wilayah mana gerakan ini timbul telah digambarkan oleh Iqbal dalam kata-kata:

Dalam agama, ia menyukai yang terbaru,
Dia tidak menetap untuk waktu lama di suatu tempat, ia terus bergerak;
Dalam pembelajaran dan penelitian dia tidak ikut serta,
Tapi untuk permainan Guru dan Murid, ia siap menyerah;
Jika terperangkap penafsiran (akhlakiah) siapapun yang menyampaikan,
Dia berjalan ke dalamnya dengan cepat dari sarang sarangnya[1].

Menjelang akhir abad kesembilan belaslah  Mirza Ghulam Ahmad muncul di panggung dengan pesan dan gerakan yang uniknya . Untuk penyebaran pesan dan untuk pemenuhan ambisinya, Mirza Ghulam Ahmad seperti menemukan tanah yang subur dan masa yang  tepat. Dia memiliki banyak unsur bagi keuntungannya: keresahan masyarakat  yang meluas, masyarakat yang berperangai mencintai hal hal yang eksotis, keputus-asaan umum sehubungan dengan kemanjuran dari cara cara moderat dan normal atas reformasi dan revolusi, penurunan pamor dan kepercayaan para ulama, populernya  perdebatan agama yang memvulgarkan keingintahuan dan kecenderungan pada agama masyarakat ( muslim), dan membuat mereka, sampai batas tertentu, menjadi berpikir liberal. 

Selain itu, penguasa Inggris (yang telah memiliki pengalaman pahit dengan gerakan Mujahidin di Sudan dan tempat lain ,dan oleh karena itu, memiliki rasa ketakutan besar bagi semangat jihad dan antusiasme  yang besar atas agama  dari kaum Muslimin), menyambut hangat gerakan keagamaan baru ini, yang menjamin kesetiaannya  kepada pemerintah Inggris dan bahkan membuat kesetiaan ini menjadi sebuah ayat ke imanan dan yang pendirinya telah memiliki hubungan panjang dan dekat dengan pemerintah. Semua unsur ini memberikan suasana yang dibutuhkan  di mana sekte Qadiani bangkit, merebut pengikut dan berkembang menjadi sebuah sekte dan agama yang berdiri sendiri.





[1] Zarb-i-Kalim

DAFTAR ISI



 
Kata Pengantar
 
Bagian I - Latar Belakang Sejarah Kebangkitan sekte Qadian
  
Bab I - Muslim India pada Abad Kesembilan Belas
  Bab II - Mirza Ghulam Ahmad Qadiani
  Bab III - St. Paul nya sekte Qadian

Bagian II - Jalan Menuju kenabian
  Bab I - Mirza sebagai
Pahlawan Islam
  Bab II - Mirza Menjadi Mesiah
  Bab III - Dari Mesiah ke Nabi

Bagian III - Beberapa Aspek Kehidupan dan Karakter.
  Bab I - Hidup Mirza setelah penyebaran pesan nya
  Bab II - Benih  Inggris
  Bab III - Nabi sebagai 
Pencaci maki
  Bab IV - Sebuah Nubuat yang tak terbukti


Bagian IV - Gerakan Qadiani - Sebuah Analisa Kritis
  Bab I - Agama Independen: Umat sejajar

  Bab II - Pemberontakan terhadap kenabian Muhammad
  Bab III - Cabang Lahore
  Bab IV - Kontribusi dari sekte Qadian bagi Dunia Muslim

JUDUL ASLI BUKU

SEKTE QADIANI - 
SEBUAH STUDI KRITIS
Oleh: Maulana S. Abul Hasan Ali Nadwi

Diterbitkan oleh        :           Saudi Publishing & Distributing House edisi pertama 1975
Cabang Jeddah       :           Al-Jawharah Building Flat 7 & 12 
Baghdadiah, P.O. Box 2043, Jeddah

Cabang Dammam   :           Shareh Al-Aam  P.O. Box 899,

Dirancang dan di cetak di Pakistan oleh :  Elite Publisher Limited D-118, S.I.T.E., Karachi

Diterjemahkan dari bahasa Urdu ke bahasa Inggris oleh Zafar Ishaq Ansari

Dari  bahasa Inggris ke bahasa Indonesia: saptono Istiawan.

PENGANTAR DARI PENULIS


PENDAHULUAN

Dengan nama Allah,  Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Menjelang akhir Desember 1957, dan pada awal Januari1958, sebuah seminar Islam Internasional diadakan di Lahore di bawah naungan Universitas Punjab di mana sejumlah besar cendekiawan utama dari dunia Muslim dan negara-negara Barat ikut ambil bagian. Namun hanya sedikit ulama terkemuka yang mewakili negara-negara Timur Tengah yang hadir. Meskipun telah menerima undangan untuk berpartisipasi penulis tidak dapat mencapai Lahore sampai saat seminar tersebut telah berakhir. Pendapat-pendapat yang telah muncul selama seminar tersebut terus diperdebatkan oleh banyak orang.
Para ulama yang datang dari Mesir, Suriah dan Irak untuk berpartisipasi dalam konferensi menunjukkan ketajaman yang cukup  untuk mengumpulkan informasi yang benar tentang keyakinan fundamental dan doktrin sekte Qadiani, gerakan yang terkenal religius di India dan Pakistan. Rasa ingin tahu mereka bisa dimaklumi dan wajar.  Sebab, di bagian dunia inilah sekte Qadiani lahir dan dikembangkan. Oleh karena itu, hanya dari sinilah bahan otentik dan informasi bisa diperoleh. Teman-teman Pakistan dan India dari para tamu merasa adanya kekosongan yang serius: tidak adanya buku tentang hal ini dalam bahasa Arab terkini, yang dapat disajikan kepada mereka. Karena rasa kekosongan inilah,ketika penulis mencapai Lahore, dia ditugaskan oleh guru spiritual dan pembimbingnya, Hazrat Maulana Abdul Qadir Raipuri[1], untuk menulis sebuah buku tentang subjek ini dalam bahasa Arab.
Selama perjalanannya ke Timur Tengah dan tinggal di Mesir dan Suriah, penulis sendiri telah merasakan kebutuhan untuk tugas ini, tetapi subjek penulisan ini tak begitu tertangkap imajinasinya oleh penulis. Subjek itu secara keseluruhan, tidak selaras dengan selera akademisnya. Meskipun upaya berulang-ulang, penulis tidak berhasil memaksa dirinya untuk mempelajari tulisan-tulisan Mirza Ghulam Ahmad.
Oleh karena itu, ketika ia melakukan tugas itu, ia hanya mengenal sedikit  dengan subjek.Tapi permintaan telah diajukan dari tokoh, yang mana kepatuhan terhadapnya adalah masalah kepuasan rohani yang terdalam bagi penulis, dan ini semacam kekuatan yang memungkinkan dia untuk mengabdikan dirinya untuk melakukan studi  menyeluruh atas sekte Qadiani.
Dalam beberapa hari ruangan tempat penulis tinggal di Lahore berubah menjadi perpustakaan yang dipadati buku buku tentang sekte Qadiani. Pekerjaan kemudian dimulai dengan sungguh-sungguh dan untuk satu bulan penulis  tenggelam dalam subjek sedemikian rupa sehingga dia kehilangan hampir semua hubungan dengan dunia luar dan membebaskan pikirannya dari subjek lain.
Kerangka mental penulis, sebagai seorang mahasiswa sejarah, adalah: ia memulai  perjalanan intelektualnya dari awal gerakan sekte ini, menpelajari setiap tahap dalam kemajuan dan perkembangannya.
Pengamatan penulis, oleh karena itu, bergerak sepanjang garis di mana sekte Qadiani berlalu di alur  perkembangannya. Pendekatan ini membantu penulis untuk memahami sifat sesungguhnya dari gerakan Qadiani, evolusi bertahapnya dan faktor-faktor yang memotivasinya. Pendekatan ini mengungkapkan sejumlah aspek yang mungkin tetap tersembunyi. Penulis menggali jauh ke dalam tulisan-tulisan pendiri gerakan ini, Mirza Ghulam Ahmad Qadiani, dan melalui sumber tangan pertama ini, ia telah mencoba untuk sampai pada kesimpulan objektif, mencoba untuk mempertahankan ketidak berpihakan dari seorang  sejarawan sehubungan dengan pesan , gerakan, dan pencapaian  praktis dari sekte Qadiani. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam bentuk  buku berjudul : al-Qadiyani wa al-Qadiyaniyah dalam bahasa Arab.
Setelah buku telah disiapkan, Hazrat Maulana Abdul Qadir memerintahkan untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Karena kutipan aktual dalam bahasa Urdu diperlukan untuk edisi bahasa Urdu, seluruh buku yang ada di perpustakaan yang tersedia hanya di Lahore itu diperlukan sekali lagi. Perjalanan lain dilakukan setelah buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Edisi bahasa Urdu ini sebaiknya dilihat  sebagai sebuah karya terpisah, karena sejumlah penambahan yang berharga dan modifikasi telah dibuat selama proses persiapannya.
Untuk beberapa waktu literatur tentang mata pelajaran agama yang kontroversial memiliki bahasa  dan gaya yang aneh , begitu rupa sehingga bahasa dan gaya yang aneh ini telah  dianggap sebagai bagian dan paket dari tulisan-tulisan religius. Penulis  tidak menganggap dirinya terikat oleh tradisi polemik ini. Buku ini telah ditulis lebih dengan objektivitas sejarah daripada semangat fanatik dari para pendebat. Ini mungkin akan mengecewakan mereka yang telah terbiasa  tulisan-tulisan polemik.Untuk ini penulis tidak  memohonkan  permintaan maaf.Kelompok orang-orang untuk mana buku ini  ditulis dan tujuan yang menggerakkan penulisannya tidak memungkinkan  gaya pengungkapan lainnya.Penulis berterima kasih kepada semua teman-teman dan simpatisan baik yang telah menjadi sumber bimbingan dalam studi subjek, yang telah memberikan bahan yang dibutuhkan untuk menulis buku ini dan untuk memfasilitasi penyelesaian pekerjaan ini. Jika buku ini mengabdi Islam dalam cara apapun, semua orang seperti bisa menerima manfaatnya.
Penulis ingin menekankan kepada para pembacanya satu hal: kebijaksanaan mengharuskan seseorang harus menahan diri dari mempertaruhkan bahkan hal yang sepele seperti tabungan finansialnya dan seseorang harus berhati-hati dalam memilih orang-orang kepada siapa hal tersebut akan dipercayakan.
Jika kebijaksanaan menuntut  kehati hatian semacam itu dalam  urusan duniawi, seharusnya tidak sulit untuk memperkirakan betapa besarnya pencegahan yang harus dilakukan dalam masalah iman dimana   keselamatan  dan kebahagiaan seseorang dalam kehidupan kekal di akhirat bergantung. Jelaslah bahwa dalam masalah ini  kita harus melakukan tindakan pencegahan yang ekstrem, seseorang harus harus mencoba untuk menggunakan kebijaksanaannya secara  sebaik-baiknya, dan membebaskan diri dari semua kecenderungan emosional, dan kepentingan-kepentingan duniawi. Buku ini, melalui informasi yang otentik dan ditata secara sistimatis yang diperoleh dari pernyataan dan tulisan-tulisan pendiri sekte Qadiani sendiri dan melalui informasi sejarah otentik tentang gerakan ini, dapat menyediakan bantuan bagi  banyak orang untuk sampai pada apresiasi cerdas atas sekte Qadiani.


11, Rabi al-Awwal, 1378 S. Abul Hasan ALI NADWI





[1] Wafat pada tahun 1382 H ( 1962M)

PENGANTAR DARI PENTERJEMAH

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Sekte Qadian atau lebih dikenal sebagai aliran Ahmadiah banyak mendapat sorotan  di Indonesia terutama menjelang peristiwa politik besar semacam pemilihan umum. Namun pada umumnya sorotan tersebut lebih banyak bersifat opini umum yang cenderung hitam-putih  dikarenakan kekurang pahaman masyarakat terhadap sekte ini.
Terjemahan bebas buku  ini dimaksud untuk setidaknya menyediakan  bahan yang lebih mendetail mengenai sekte ini, paling tidak dari satu pihak. Terjemahan ini juga akan di terbitkan disini bagian demi bagian dan hanya akan ditampilkan bagian bagian yang penting saja. Seutuhnya akan diterbitkan dalam buku cetak setelah semua persyaratan dipenuhi. Perlu ditambahkan bahwa karena diposting entri demi entri tampilan akhirnya di blog ini akan berurutan terbalik, yang pertama akan dibawah dan sebaliknya yang terakhir akan tampil diatas. Harap maklum.
Mohon maaf buat segala kekurangan dalam penyajian dan penyampaiannya. Dan mohon maaf juga bagi yang kurang berkenan dengan persembahan ini. Untuk itu kami membuka diri untuk segala kritik dan masukan. Namun saya juga mengharapkan dukungan dari semua pihak yang berminat demi kebaikan semua.

Mudah mudahan bermanfaat untuk kebaikan dimasa depan. Dan di bulan yang suci ini semoga Allah SWT memberi berkah buat usaha ini. Aamiin.

wassalam

12 Ramadhan 1434